Mencintai Dalam Diam
Cinta, kata yang indah bukan. Lalu bagaimana jika kita menambahkan beberapa kata setelahnya seperti halnya dengan cinta dalam diam. Kalimat "mencintai dalam diam" pasti udah ga asing lagi kan ditelinga temen-temen semua, mungkin juga sebagian dari temen-temen ada yang belum familiar dengan kalimat tersebut yaa. Mencintai dalam diam adalah kata lain dari mengagumi seseorang namun tidak ada satu katapun yang diekspresikan untuk mengutarakan perasaan tersebut. Sehingga tidak ada satu pun orang lain yang mengetahui keberadaan perasaan itu, kecuali si pemilik rasa dan Sang Penciptanya. Inilah yang membuatnya begitu istimewa. Kebanyakan mencintai dalam diam ini dilakukan oleh kaum perempuan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran, yang mana di negara kita itu sangat diagungkan. Dimana biasanya tradisi di negara kita adalah kaum laki-laki yang biasanya mengutarakan perasaan terlebih dahulu bukan kaum perempuannya. Let's say, kebanyakan yaa ....
Mencintai dalam diam itu sejatinya sangatlah berat, maka tidak semua orang mampu melakukannya. Mencintai dalam diam itu berarti ia siap memendam segala rasa yang bergejolak dalam hatinya, membendung segala rindu yang menderu agar si pujaan hati tidak tahu, serta hanya menyampaikan segala pernak pernik rasa hanya kepada Sang Penciptanya saja tanpa perlu diketahui sang pujaan hati. Siap untuk mencintai dalam diam itu berarti siap untuk merasakan manis, getir, dan pahitnya rasa yang tak terhindarkan. Bagaimana tidak, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi di masa depan. Katakanlah ketika melihat sang pujaan hati bersama lawan jenis misalnya, meski belum terkonfirmasi siapakah ia namun secara otomatis rasa kecemburuan yang diiringi tangis akan muncul memenuhi sanubari. Ingin rasanya hati mengkonfirmasi siapakah dia yang ada disisinya, namun pasti tersadar bahwa kita bukan siapa-siapanya sehingga kita tidak punya hak meski hanya untuk sekedar bertanya bukan. Tidak nyaman, tentu saja tidak. Apalagi, apabila kita melihat sang pujaan hati menikah dengan orang lain, maka rasa pilu menderu menaungi seluruh kalbu. Begitulah kiranya rasa bagi sang penggum yang memilih mencintai dalam diam.
- Pilu -
Kala rindu masih berlaku, Namun kisah terlah berlalu (endah rasti)
Meskipun demikian, apakah mencintai dalam diam itu buruk? TIdak, tidak selamanya mencintai dalam diam itu buruk. Mencintai dalam diam bahkan menjadi hal yang baik bagi mereka yang hendak menjaga satu sama lain agar tidak terjerumus dalam hubungan yang tidak diridhoi oleh Allah (inilah sisi indahnya). Apalagi bagi mereka yang telah hijrah dan memilih untuk tidak melalui proses yang namanya pacaran. Bahkan didalam agama Islam diajarkan, ketika kamu mencintai seseorang maka halalkan atau tinggalkan. ini berarti jika kamu sudah siap untuk menikah, makan nikahilah ia. Namun apabila belum siap nikah maka tinggalkanlah (ikhlaskanlah). Sibukkan dirimu dalam memperbaiki diri, upgrade diri kamu, temukan hobi-hobi baru yang bermanfaat agar kamu tidak terlarut dalam kesedihan.
Oleh karenanya mencintai dalam diam tetaplah menjadi pilihan bagi sebagian orang. Selain untuk menjaga ketaatan, menjaga hati, serta menghindari kemungkinan adanya penolakan, mencintai dalam diam juga memungkinkan untuk menjaga hubungan baik antara dua insan meski tanpa saling mengetahui jika ada salah satu diantaranya menyimpan perasaan suka. Bahkan didalamnya tumbuhlah suatu ketulusan dimana seorang yang mencintai dalam diam akan senantiasa mendoakan dengan tulus, demi kebaiikan-kebaikan bagi orang yang ia cintai atau kagumi tanpa tahu pengujung ceritanya nanti apakah akan bersama atau akan terpisah selamanya.
Demikianlah mencintai dalam diam, rintangannya begitu berat. Namun, jika kamu merasa sudah terlalu lama mencintai dalam diam dan kamu adalah laki-laki yang merasa sudah siap menikah, maka tidak ada salahnya untuk menyatakan perasaanmu kepada sang pujaan hati. Jika kamu yakin si pujaan hati memiliki rasa yang sama, maka siapkan mental, hati dan kegigihan untuk melangkah maju. Jika kamu adalah perempuan ada baiknya untuk menunggu saja dan tidak mengutarakan hal tersebut lebih dahulu. Bukan berarti perempuan tidak boleh menyatakan perasaan lebih dahulu, namun ingatlah bestie kita bukan khadijah. Menjaga kewarasan dan harga dirimu jauh lebih baik daripada harus menyatakan perasaanmu lebih dulu. Bayangkan apabila kamu ditolak, betapa hancurnya dirimu, betapa malunya kamu jika harus bertemu dengannya setelah penolakan itu. Benar bukan? Tapi ingat yaaa, ini murni pendapat pribadi dariku saja.
Akan tetapi jika kamu memang sudah bertekad bulat untuk mengutarakan isi hatimu kepada pria pujaan hatimu maka silahkan saja, aku tidak melarang sama sekali hlooh bestie. Tapi harus siapkan semuanya yaa, jangan lupa siapkan hati dan mental kamu atas kemungkinan-kemungkinan yang akan datang setelahnya. Karena dari pengalaman teman dekatku (perempuan), ada beberapa dari mereka yang berani untuk confess terlebih dahulu kepada laki-laki (yang nota bene) temanku juga, tapi berujung pada penolakan. Pada awal waktu setelah penolakan ada sedikit jarak diantara mereka, mungkin karena rasa sungkan atau awkward yang memang sedikit banyak terasa didalam lingkup pertemanan kami. Namun kini seiring berjalannya waktu, dan mereka masing-masing sudah memiliki pasangan keadaan mulai membaik meski tak sama seperti dulu. Dari kejadian ini bisa disimpulkan bahwa menunggu lebih baik bukan, setidaknya menurutku seperti itu.
Maka doakanlah untuk tiap-tiap kebaikan bagi pujaan hatimu, doakan ia ketika kamu mengingatnya. Bukankah kebahagiaannya jua kebahagiaanmu? Ketahuilah ketika kamu mulai mengagumi dan mencintai seseorang, maka kamu akan mulai mencintai hal-hal yang ia sukai juga. Rasa ini terkadang membuat kita tidak objektif menilai orang tersebut, maka pastikan kamu mengagumi orang yang baik, agar kamu juga mulai mencintai kebaikan-kebaikan yang ia senangi. Lapangkan dadamu untuk tiap-tiap kemungkinan yang akan muncul. Ikhlaskan apabila di akhir cerita, ia yang kau kagumi ternyata berjodoh dengan orang lain. Merasakan suka atau bahkan jatuh cinta itu adalah fitrah bagi manusia, lalu setelahnya kita harus bijak menyikapinya. Ingatlah, sebaik-baik mencintai sebelum adanya pernikahan adalah melalui doa dan biarkanlah Allah yang menjadi saksi cintamu (wakafa billahi syahida).
Terimakasih sudah baca,