Rabu, 25 Agustus 2021
Minggu, 18 Juli 2021
Acanthe Sunscreen SPF 30+ Review
![]() |
| achanthe spf 30+ |
Sering beraktifitas di luar ruangan membuat kulit kita lebih sering berhadapan langsung dengan sinar matahari. Hal ini bisa menyebabkan berbagai macam masalah kulit, mulai dari flek hitam, keriput (munculnya garis halus), kulit menghitam (gosong), dll. Oleh karenanya kita membutuhkan perlindungan yang lebih untuk menjaga kesehatan kulit, salah satunya adalah menggunakan sunscreen (krim tabir surya).
Mungkin terkadang tidak kita sadari bahwa ada beberapa jenis krim pelembab wajah yang tidak mengandung SPF (Sun Protection Factor / tabir surya), sehingga dalam hal ini kita wajib untuk menambahkan sunscreen ke dalam tahapan-tahapan skincare rutin demi menjaga kesehatan kulit kita.
Karena sadar akan pentingnya penggunaan sunscreen, sekarang aku lebih rajin menggunakan si sunscreen ini. Sunscreen ini juga penting banget hlo buat kamu yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Sunscreen yang jadi andalan aku saat ini adalah acanthe sunscreen SPF 30+.
Acanthe sunscreen spf 30+ ini adalah produk kecantikan keluaran PT Ferron Par Pharmaceuticals. Pertama kali aku mengenal acanthe sunscreen spf 30+ ini dari kakakku, karena kakakku memang sudah menggunakan beberapa produk keluaran dari PT Ferron ini. Karena penasaran dengan produk ini yang sejatinya belum familiar di telingaku saat itu, maka aku putuskan untuk mencobanya. Setelah mencoba sunscreen ini ternyata hasilnya bagus banget di kulitku yang cenderung normal ke kering ini dan overall aku suka banget sama produk ini.
Mungkin untuk sebagian dari kamu masih belum familiar dengan acanthe sunscreen SPF 30+ ini, apasih keunggulannya, gimana sih hasil akhir penggunaan sunscreen ini. Langsung aja kita review!
Packaging Acanthe Sunscreen SPF 30+
![]() |
| kemasan depan acanthe spf 30+ |
Dari segi kemasan, acanthe sunscreen SPF 30+ ini dikemas dengan kemasan tube berwarna putih dengan sentuhan metalik yang dipermanis dengan sedikit design dedaunan di bagian bawah pada muka kemasan tube ini. Design yang digunakan terbilang simpel dan gak neko-neko.
![]() |
| tampilan belakang kemasan tube |
Kemasan tube dari sunscreen ini terbuat dari material plastik, sehingga lebih ringan dan lebih aman jika dibawa untuk bepergian. Sunscreen hanya tersedia dalam kemasan 30 gr saja. Kemasan tube ini dilengkapi dengan tutup berteknologi flip sehingga sangat mudah dan praktis ketika digunakan.
![]() |
| tampilan belakang kemasan box dan tube |
Kemasan tube dari sunscreen ini dibalut dengan kemasan karton berwarna hijau (hijau pupus daun pisang atau warna hijau pada daun pisang yang masih muda) dan dilengkapi dengan warna metalic untuk setiap huruf yang tertera. Secara keseluruhan kemasan produk ini bagus dan simple.
Kandungan Acanthe Sunscreen SPF 30+
![]() |
| komposisi acanthe spf30+ |
Kandungan dari acanthe sunscreen SPF 30+ ini sudah tertera dengan jelas pada kemasan karton produk ini, seperti yang tertera pada foto diatas.
Disini aku akan menuliskan beberapa kandungan yang menjadi highlight dari produk ini, dilansir dari website resmi PT Ferron :
Butil metoksidibenzoil metana, Polisilikon-15, Oktilmetoksiniamat, Sunclear T40C (TiO2), Avobenzon, SunZnOnas, Stay C (Natrium askorbil fosfat).
Klaim Acanthe Sunscreen SPF 30+
Klaim dari produk ini adalah sebagai berikut:
- Melindungi kulit tanpa membuatnya iritasi dan berkomedo
- Mencegah penuaan dini, serta timbulnya flek atau noda hitam di kulit akibat dari efek buruk sinar matahari
Tekstur dan Aroma Acanthe Sunscreen SPF 30+
![]() |
| teksture |
Tekstur dari acanthe sunscreen SPF 30+ ini adalah krim yang berkonsistensi tebal. Meski tebal krim tabir surya ini mudah untuk dibaurkan dan mudah meresap dikulit. Krim tabir surya ini berwarna putih susu, ketika digunakan akan meninggalkan sedikit white cast pada awal pemakaian namun whitecast tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa saat.
Whitecast yang muncul, menurutku tidak mengganggu sama sekali bahkan malah memberikan efek cerah pada kulit, semacam efek cerah yang muncul setelah menggunakan tone up krim.
Dari segi aroma, acanthe sunscreen SPF 30+ ini memiliki aroma yang unik. Aromanya cenderung seperti aroma kosmetik tanpa tambahan parfum, tapi mirip aroma obat namun hampir tidak tercium seperti layaknya krim yang tidak beraroma.
Cara Pengguanaan Acanthe Sunscreen SPF 30+
![]() |
| petunjuk penggunaan ada pada box maupun belakang kemasan tube |
- Cara penggunaannya sama seperti penggunaan krim tabir surya pada umumnya, yakni baurkan secara merata pada kulit wajah, leher dan bagian tubuh lainnya yang sudah dibersihnya sebelumnya.
- Penggunaan krim tabir surya ini bisa diulangi sesuai kebutuhan.
Harga Acanthe Sunscreen SPF 30+
Untuk kemasan 30 gram, acanthe sunscreen SPF 30+ ini dibanderol dengan harga sekitar Rp. 103.000,-. Harganya memang terbilang sedikit mahal, namun menurutku harganya sebanding dengan kualitas yang diberikan dari produk sunscreen ini.
Where to buy Acanthe Sunscreen SPF 30+
Acanthe sunscreen SPF 30+ ini bisa kamu beli di apotik ataupun di toko online langgananmu. Namun sangat disayangkan karena tidak semua toko kosmetik menjual acanthe sunscreen SPF 30+ ini, jadi agak susah untuk mencari produk ini.
Conclusion Acanthe Sunscreen SPF 30+
Setelah penggunaan sunscreen ini memang muncul whitecast namun tidak mengganggu. Cocok digunakan untuk kulit kering, karena memberikan hasil akhir yang glowing namun tidak berlebihan. Jika digunakan dalam waktu yang lama, dapat menimbulkan minyak di wajah (ketika digunakan di pagi hari, maka pada sore hari wajah akan terlihat berminyak) sehingga tidak cocok digunakan untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak.
Penggunaan sunscreen ini tidak menimbulkan breakout, alergi, ataupun komedo jadi aman digunakan untuk pemilik kulit normal dan kering. Untuk mendapatkan produk acanthe sunscreen SPF 30+ ini bisa didapatkan di apotik ataupun di toko online, namun di toko kosmetik biasanya jarang yang menyediakan produk ini.
Dari segi harga memang terbilang sedikit pricey namun kualitasnya sebanding dengan harga yang ditawarkan. Namun untuk aroma dari produk ini, aku kurang suka karena aromanya sedikit mirip dengan aroma obat.
Kadar SPF yang ditawarkan yakni SPF 30+ merupakan kadar SPF yang pas, tidak kurang dan tidak berlebihan sesuai anjuran penggunaan kadar SPF yang dianjurkan sebagaimana dijelaskan dalam laman alodokter. Namun perlu kita garis bawahi, bahwa kebutuhan penggunaan SPF juga bergantung pada jenis kulit seseorang dan instensitas kegiatan diluar ruangan yang dilakukan oleh seseorang. Jika kulit seseorang itu sangat putih berarti melanin yang dimiliki juga sedikit, maka kadar SPF yang dibutuhkan untuk melindungi kulit semakin tinggi.
Setiap produk memang ada plus dan minusnya, tinggal kita sesuaikan saja dengan kebutuhan kulit kita. Overall untuk acanthe sunscreen SPF 30+ ini aku suka banget dan sudah repurchase juga.
Efek buruk dari sinar matahari memang tidak langsung terlihat dalam waktu dekat, tapi diakumulasi dan akan muncul dalam jangka yang panjang. Itulah mengapa flek atau bintik hitam pada wajah biasanya muncul ketika seseorang sudah berusia lanjut (tua). Oleh karenanya penggunaan SPF (krim tabir surya) bisa dikatakan sebagai pencegahan sedini mungkin terhadap tanda-tanda penuaan dini.
Jadi, jika kamu menginginkan kulitmu tetap sehat dikemudian hari maka mulailah untuk menggunakan sunscreen atau krim tabir surya mulai dari sekarang. Carilah sunscreen atau krim tabir surya yang paling cocok dengan jenis kulitmu dan sesuaikan dengan berbagai kegiatan yang kamu lakukan. Perbanyak referensi dari sunscreen atau krim tabir surya yang akan kamu pilih sebelum membelinya.
Terimakasih sudah baca,
Selasa, 30 Maret 2021
Hijabers Cantik Nan Menginspirasi
Muda, inspiratif, dan berhijab, mungkin tiga kata ini sedikit banyak sudah bisa mewakili ketiga wanita hebat yang akan kita bahas dalam blogpost kali ini. Tak hanya berparas cantik, namun ketiga wanita hebat ini mampu membuktikan kepada dunia bahwa menggunakan hijab bukanlah suatu halangan untuk meraih impiannya. Ketiganya mampu bersinar dalam masing-masing bidang yang mereka tekuni, serta tentunya mampu menarik perhatian dunia.
Meski tinggal di negara dimana warga muslim bukanlah mayoritasnya, mereka mampu bertahan dan tetap berkarya dengan hijabnya. Bahkan ketiga wanita cantik ini mampu menginspirasi wanita-wanita muslim lainnya di berbagai penjuru dunia. Begitu banyak nilai positif yang dapat kita petik dari perjuangan mereka. Mereka adalah Noor Tagouri, Ayana Jihye Moon (lebih akrab dikenal sebagai Ayana Moon), dan Halima.
Sudahkah kalian mengenal ketiganya? Mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal ketiganya, namun mungkin sebagian yang lain belum familiar dengan nama-nama tersebut. Ayo sama-sama kita mengenal ketiganya lebih jauh.
1. Noor Tagouri
![]() |
| Pic Source: seruni.com |
Adalah seorang jurnalis wanita berdarah Libya Amerika. Berawal dari mengidolakan Operah Winfrey dan menyaksikan setiap programnya di televisi setiap pulang sekolah, Noor mulai tertarik dengan dunia jurnalistik dan bercita-cita untuk menjadi jurnalis. Tak main-main dengan impiannya, Noor pun mengenyam pendidikan di Universitas Marryland dengan jurusan Jurnalisme Penyiaran, Pembangunan Internasional, dan Manajemen Konflik. Ia pun mulai magang dan bekerja di berbagai media swasta yang ada di Amerika, baik itu di radio maupun televisi swasta.
Dikutip dari Seruni, ia menjadi pembaca berita pertama yang mengenakan hijab di salah satu stasiun televisi swasta di Amerika. Di tahun 2012 Noor pun pernah menggemparkan dunia dengan kampanye yang ia lakukan yakni sebuah gerakan bertajuk tagar let noor shine, yakni sebuah gerakan untuk memberdayakan wanita agar berani menyuarakan apresiasinya. Gerakan kampanye ini mampu menyita perhatian wanita muslim di seluruh dunia.
![]() |
| Pic Source: instagram/noor |
Tak hanya sukses di bidang jurnalistik, di tahun 2016 Noor kembali membuat gempar dunia dengan kemunculannya pada cover majalah dewasa, playboy seri renegades. Meski penampilannya ini menuai pro dan kontra, namun dibalik kemuncullannya dimajalah dewasa ini membawa misi tersendiri. Ia bermaksud untuk mengenalkan lebih jauh mengenai wanita muslim di Amerika. Agar masyarakat mengetahui cerita tentang wanita muslim di Amerika dan mematahkan pandangan bahwa wanita adalah objek dan dapat kembali bangkit.
Perempuan tangguh kelahiran tahun 1993 ini kini telah menikah dan tengah disibukkan dengan project barunya, yakni podcast noor. Podcast yang ia kelola ini mengangkat isu-isu kemanusiaan yang ada di Amerika dan berbagai topik-topik menarik lainnya, salah satunya sold in America. Podcast Sold in America ini bercerita tentang perdagangan wanita di Amerika. Podcast ini tayang di tahun 2019, dan di tahun yang sama podcast ini memenangkan penghargaan Gracies Award dengan kategori Best Investigative Series.
Selain menggeluti dunia podcasting, noor juga menggagas sebuah blog yang menjadi lahan portofolio dan mempublikasikan project-projectnya, yakni noor tagouri blog. Akun instagram miliknya pun tak kalah tenar, bahkan akun instagram miliknya kini telah memiliki lebih dari 554 ribu pengikut.
Selain dikenal sebagi seorang jurnalis, kini noor lebih dikenal sebagai pembicara dan juga aktifis wanita. Salah satu penampilan Noor di Tedx Talks juga sangat menarik, coba kalian saksikan disini.
2. Ayana Moon
![]() | |
|
Siapa sih yang tidak mengenal Ayana Moon. Dara cantik pemilik nama asli Ayana Jihye Moon atau yang lebih akrab kita kenal dengan Ayana Moon ini adalah gadis asli Korea Selatan. Dilansir dari republika, dara kelahiran tahun 1995 ini menjadi mualaf pada tahun 2019. Ayana pindah ke Malaysia karena ia ingin memperdalam agama Islam dan berkuliah di sana.
Perlahan namun pasti, sosok Ayana makin dikenal oleh masyarakat luas. Sosoknya yang begitu cantik dan menginspiratif pun menjadi semakin dikenal baik di Indonesia dan Malaysia.
![]() |
| Pic Source: instagram/xolovelyayana |
Ayanapun mulai mendapatkan berbagai macam tawaran pekerjaan, mulai dari menjadi brand ambassador kosmetik, model, bintang iklan, dll. Pada 09 Maret 2020 Ayana meluncurkan bukunya yang bertajuk Ayana Journey to Islam. Sesuai dengan judul buku tersebut, buku ini bercerita tentang perjalanan Ayana mulai dari mengenal Islam hingga bagaimana akhirnya ia memutuskan untuk memeluk agama Islam dan menjalani hari-harinya sebagai seorang muslimah yang taat.
Karena begitu indahnya Islam yang ia rasakan, membawa berbagai perubahan yang positif bagi dirinya. Tanpa ia sadari ternyata sang adik (Aydin Moon) pun mulai tertarik dengan Islam, dan mulai belajar Islam dari sang kakak (Ayana Moon) dan akhirnya sang adikpun mengikuti jejak Ayana untuk menjadi seorang mualaf.
Kini Ayana masih aktif dalam berbagai kegiatan baik bekerja ataupun kuliah. Jika kamu mengidolakan Ayana, kamu bisa mengikuti akun instagramnya berikut ini yang sudah memiliki pengikut lebih dari 3,2 miliar. Di dalam akun instagramnya tersebut Ayana sering membagikan kegiatan sehari-harinya. Mulai menyadari bahwa banyak sekali penggemar yang ingin mengetahui lebih jauh perjalanannya, kini Ayana sudah membuat Channel Youtube pribadi miliknya agar para penggemarnya dapat mengenal lebih jauh dengannya. Kini channel youtube pribadinya pun telah memiliki subscriber diatas 496 ribu subscriber.
3. Halima Aden
![]() |
| Pic Source: instagram/halima |
Dara cantik berkulit eksotis ini merupakan keturunan Somalia. Ia lahir di Kakuma, Kenya kemudian pindah dan menetap di Minnesota, Amerika Serikat. Pada tahun 2016 ia mengikuti kontes kecantikan, Miss MInnesota USA. Dalam ajang tersebut, Halima menjadi satu-satunya kontestan yang mengenakan hijab, dan ia juga menjadi wanita berhijab pertama yang mengikuti kontes kecantikan tersebut dan berhasil masuk hingga menjadi semi finalis.
![]() |
| Pic Source: bbc.com |
Menilik laman bbc, di tahun 2017 Halima menandatangani kontrak modelingnya dengan salah satu agensi model terbesar di dunia. Dalam kontrak tersebut ia berhasil menambahkan satu permintaan, yakni untuk terus bisa mengenakan hijab selama menjalani pekerjaannya tersebut. Dan Halima pun menjadi supermodel pertama di dunia yang mengenakan hijab.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, kebebasan Halima untuk memilih style baju yang akan ia kenakan pun semakin berkurang. Ia pun mulai merasa tidak nyaman dengan gaya busana dan hijab yang ditentukan oleh timnya.
Pada tahun 2018 Halima terpilih menjadi duta UNICEF, ia berfokus pada hak-hak anak. Hal ini karena ia merasa pernah senasib dengan anak-anak di pengungsian, dan bagaimana kehidupan mereka di pengungsian tersebut.
Pada November 2020 Halima memutuskan untuk pensiun dari dunia modelling yang selama ini telah membesarkan namanya, karena ia merasa dunia itu tak lagi sesuai dengan keyakinannya. Ditahun yang sama, Halima pun memutuskan untuk berhenti menjadi duta UNICEF, meski demikian ia tetap aktif sebagai aktifis kemanusiaan di luar organisasi tersebut.
Kini Halima menikmati hari-harinya bersama keluarganya, dimana sebelumnya ia tidak bisa menghabiskan waktu dengan keluarganya karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Halima pun kini mulai mengerjakan projek baru, ia menjadi produser dalam sebuah file bertajuk I Am You yang akan tayang di Apple TV.
Itulah tiga wanita hebat yang mampu menginspirasi. Meski pada akhir 2020 lalu sedang ngetren fenomena para influencer menanggalkan hijab mereka, namun tidak bagi ketiga wanita inspiratif ini, mereka memilih untuk tetap bertahan dengan hijab yang mereka kenakan serta tetap berkarya dalam bidang yang mereka geluti.
Itulah tiga wanita hebat, berhijab versi aku. Bagaimana sudah terinspirasi dengan ketiga hijabers ini? Semoga nilai-nilai kebaikan dapat kita ambil dari ketiganya.
Terimakasih sudah baca,












